Wisata Edukasi SENTULFRESH

Peran Bakteri dalam Pembuatan Kompos Sampah Bahan Organik

Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik yang bernilai ekonomis. Proses pembuatan pupuk organik secara konservatif membutuhkan waktu 8 – 12 minggu, sedang apabila menggunakan sistem baru (penambahan inokulan) hanya memerlukan waktu 4 sampai 8 minggu dan hasilnya lebih baik.

Proses ini memerlukan bakteri dalam pembuatan kompos.
Perbedaan dari kedua proses pembuatan pupuk organik tersebut ternyata terletak pada metode dan adanya bahan inokulan (EM-4, kotoran hewan, dan cacing). Cara ini biasanya memerlukan waktu relatif lebih singkat sehingga lebih efisien. Continue reading Peran Bakteri dalam Pembuatan Kompos Sampah Bahan Organik

Ini Persiapan Buka Usaha Budidaya Sapi Perah

 
Sentulfresh.com – Kebutuhan pasar akan susu sapi terus meningkat, hal ini tentu membuka peluang usaha bagi kita untuk membudidayakan sapi perah untuk menghasilkan susu dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Dan untuk memulainya, ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu langkah-langkah memulai budidaya sapi perah berikut ini.
Kandang budidaya sapi perah
Lokasi yang ideal untuk membangun kandang sapi perah adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.
Ukuran kandang  sapi perah yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5×2 m atau 2,5×2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8×2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5×1 m per ekor, dengan tinggi atas 2-2,5 m dari tanah.
Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m).
Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan/kandang) memiliki konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripada tanpa naungan atau dibebaskan.
Syarat Sapi perah betina
Agar produksi susu tinggi, umur diupayakan yang sudah mencapai 3-4 tahun dan sudah pernah beranak. Kalau bisa berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi.
Untuk ciri-ciri sapi perah betina yang bagus, bentuk tubuhnya seperti baji, matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat. Ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelok-kelok.
Selain itu, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek. Dan yang pasti tubuhnya harus sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan tiap tahun beranak.
Syarat sapi perah jantan
Diupayakan umur sudah mencapai sekitar 4-5 tahun, memiliki kesuburan tinggi, daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya. Berasal dari induk dan pejantan yang baik, besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik.
Untuk ciri-ciri sapi perah jantan yang bagus, kepalanya lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat, muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar, paha rata dan cukup terpisah.
Selain itu, dadanya lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar, badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar. Dan pastikan kondisi sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya.
Perawatan ternak
Ternak dimandikan 2 hari sekali. Seluruh sapi induk dimandikan setiap hari setelah kandang dibersihkan dan sebelum pemerahan susu. Kandang harus dibersihkan setiap hari, kotoran kandang ditempatkan pada penampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk.
Setelah kandang dibersihkan, sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan (seminggu sekali tilam tersebut harus dibongkar).
Penimbangan
Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet hingga usia dewasa. Sapi pedet ditimbang seminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulan sekali. Sementara sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapat ditimbang dengan melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebar dada, panjang badan dan tinggi pundak.
Pemberian pakan
Pakan yang diberikan berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB.
Sedangkan sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum). Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan per hari.
Pemeliharaan kandang
Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara di dalamnya berjalan lancar.
Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran.
Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.
Panen sapi perah
Hasil utama dari budidaya sapi perah adalah susu yang dihasilkan oleh induk betina. Selain susu, sapi perah juga memberikan hasil lain yaitu daging dan kulit yang berasal dari sapi yang sudah tidak produktif serta pupuk kandang yang dihasilkan dari kotoran ternak.

Permintaan Meningkat, Bisnis Budidaya Ikan Masih Menjanjikan

 
Sentulfresh.com – Budidaya ikan khususnya di negara-negara berkembang merupakan suatu potensi usaha bisnis yang sangat menggiurkan serta menguntungkan. Karena ikan merupakan salah satu sumber makanan yang kaya protein, sehingga banyak diminati orang banyak.
Budidaya ikan juga dapat memanfaatkan efisiensi lahan/tanah yang tidak cocok untuk pertanian atau perkebunan, jadi lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan.
ikan lele sangkuriang
Menurut Survei produksi hasil dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2012, total produksi ikan dari perikanan budidaya mencapai 9.675.553 ton.
Berdasarkan data dari KKP, tingkat konsumsi ikan pada 2010 sampai 2012 rata-rata naik hingga 5,44%. Di mana, pada 2010 tingkat konsumsi ikan mencapai 30,48 kilogram (kg) per kapita per tahun, pada 2011 sebanyak 32,25 kg per kapita per tahun.
Sedangkan pada 2012, tingkat konsumsi ikan mencapai 33,89 kg per kapita per tahun, dan pada 2013 meningkat 35,14 kg per kapita per tahun. Namun demikian tingkat konsumsi ikan belum merata di setiap daerah.
Begitu juga kebutuhan akan konsumsi ikan di dunia yang semakin meningkat setiap tahun. Menurut sumber dari badan pangan PBB, Food and Agriculture Organisation (FAO), konsumsi ikan di dunia per kapita bisa mencapai 19,6 kg di tahun 2021.
Para nelayan hasil tangkapannya cenderung berkurang, sehingga budidaya ikan semakin banyak untuk memenuhi ketersediaan akan daging ikan. Ini adalah cara untuk membantu memenuhi permintaan dunia akan ikan segar yang sehat dan bergizi. Hal ini juga telah disempaikan oleh FAO mengatakan hasil budidaya ikan diperkirakan akan meningkat sekitar 172 juta ton pada tahun 2021.
Pada 2018, jumlah konsumsi ikan diperkirakan akan melebihi ikan tangkap. Meningkatnya jumlah permintaan disebabkan oleh kandungan nutrisi ikan yang merupakan sumber protein dan mikronutrien penting untuk mencapai gizi seimbang yang baik untuk kesehatan.
Menurut FAO, asupan protein penduduk dunia berasal dari hewan sekitar 16,6% dan 6,5% protein didapat dari sumber makanan lainnya. Menurut data dari FAO tahun 2011, saat ini China masih memimpin dunia dalam produksi ikan budidaya.
Konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia memang mengalami kenaikan, namun faktanya konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, bahkan Filipina.
Berdasarkan data KKP, konsumsi ikan per kapita masyarakat Malaysia per tahun mencapai 56,1 kg. Sedangkan Singapura mencapai 48,9 kg per kapita per tahun dan Filipina mencapai 35,4 kg per kapita per tahun.
Padahal, potensi sumber daya perikanan tangkap (laut) di Indonesia cukup besar per tahun mencapai 7,3 juta ton ikan. Di tahun 2014 produksi ikan mencapai 8 juta ton. Indonesia yang luas ini sebenarnya tidak kesulitan mendapatkan sumber protein ikan.
Pemerintah meminta masyarakat agar tidak ragu mengkonsumsi ikan apalagi ikan adalah produk hewani yang kaya protein. Pemerintah akan terus membuat program budaya makan ikan secara massal. Cara ini dilakukan tidak hanya di kota besar, tetapi hingga tingkat kabupaten dan desa agar konsumsi ikan di Indonesia meningkat setiap tahunnya.

Tujuh Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa, Kiat Sukses Bisnis

Banyak orang yang bercita- cita menjadi pengusaha, namun hanya beberapa yang konsisten menjalankannya. Orang Tionghoa, khususnya yang hidup di perantauan, kerap dianggap bertangan dingin dalam berbisnis.Inilah tujuh rahasia sukses pengusaha Tionghoa menjadi pengusaha sukses!

7 rahasia sukses pengusaha tionghoa1. Terlibat sejak dini
Di kalangan pebisnis Tionghoa, melibatkan keluarga sejak dini adalah hal biasa. Bila seorang ayah membuka rumah makan, maka anak-anaknya ditugaskan menjadi pelayan, sedangkan istri menjadi kasir. Begitu anak beranjak dewasa, mereka sudah menguasai seluk-beluk bisnis di luar kepala dan menjalankannya tanpa canggung.
 
2. Administrasi dan pembukuan yang baik
Tujuh Rahasia Sukses Pengusaha TionghoaSangat jarang toko yang dijalankan pengusaha Tionghoa kehabisan stok barang.
Sebab mereka menerapkan sistem administrasi barang yang baik. Sedangkan pembukuan
yang baik membuat arus kas berjalan lancar.
3. Dua puluh persen biaya hidup
Sebelum bisnis benar-benar sukses (dengan kata lain sudah kaya raya), orang Tionghoa terbiasa hidup sederhana, yaitu dengan cara menggunakan hanya 20 persen dari penghasilan mereka. Bila punya pendapatan Rp 10 juta, maka yang digunakan untuk biaya hidup hanya Rp 2 juta saja dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.
4. Berani ambil risiko
Keyakinan bahwa selalu ada kesempatan di setiap rintangan, membuat pengusaha
Tionghoa lebih berani mengambil risiko. Kata gagal sepertinya sudah dihapus dari
kamus mereka. Mencoba dan gagal sudah mereka pahami, namun mereka sadar akan peluang kesuksesan dengan mengambil resiko.
Tujuh Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa 5. Survei dan belajar
Banyak sekali orang- orang yang bercita-cita menjadi pengusaha, namun hanya beberapa yang konsisten menggapainya. Pengusaha Tionghoa yang akan memulai usaha tak segan bertanya dan belajar kepada siapa pun untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai usaha yang akan dimulainya. Mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang usaha yang akan digeluti membuat usaha mereka cepat meroket, karena sudah tahu seluk beluknya.
6. Pelayanan terbaik
Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan, ‘Jika tak pandai tersenyum, jangan membuat toko.” Maksudnya, Anda harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tanpa pelayanan yang memuaskan, dijamin pelanggan akan pindah ke toko sebelah.
7. Memelihara relasiTujuh Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa
Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga hubungan dengan pelanggannya. Hal
sederhana yang acap dilakukan adalah memberikan hadiah kepada pelanggan. Meski
tak selalu berharga mahal, namun tetap akan meninggalkan kesan baik bagi
pelanggannya, sehinga mereka ingin selalu kembali ke toko tersebut.

Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos

Mikroorganisme dalam pembuatan kompos membantu merombak komponen-komponen yang terdapat pada bahan baku.

Proses pembuatan kompos yang dilakukan dengan menambahkan larutan effective microorganisme (EM) pertama kali ditemukan oleh Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus. Jepang, dengan EM4 nya.

Mikroorganisme dalam pembuatan komposDalam EM ini terdapat sekitar 80 genus microorganisme fermentor. Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos ini dipilih yang dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasikan bahan organik. Secara global terdapat 5 golongan yang pokok yaitu: Bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp, Streptomycetes sp, Ragi (yeast), Actinomycetes.
Teknologi EM (Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Meski sudah banyak kalangan masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos (EM), komposisi kandungan, fungsi dan jenis-jenis EM tersebut.
Mikroorganisme dalam pembuatan kompos (EM) merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikroflora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, saccharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman.
mikroorganisme dalam pembuatan kompos em4Kandungan mikroorganisme dalam pembuatan kompos (EM) terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomycetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan.
Actinomycetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat antibiotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme efektif bakteri asam laktat actinomycetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.

Artikel menarik lainnya:

    1. Pupuk Kompos, Solusi Pertanian Organik Yang Murah

 

    1. Manfaat Pupuk Kompos Untuk Tanaman

 

  1. Pupuk Kompos, Solusi Pertanian Organik Yang Murah

Fungsi mikroorganisme dalam pembuatan kompos (EM) untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus tanah sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk.  Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfungsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian, meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi molaritas Benur.
Jenis-jenis Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos yang ada seperti EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomycetes. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu.Umumnya berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen.
EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat diserap tanaman. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. EM5 berupa pestisida organik.

Pupuk Kandang Menurut Pandangan Islam

Hukum halal atau tidaknya menjual pupuk kandang serta pemanfaatannya untuk tanaman dan ternak tergantung kepada hukum kotoran hewan ternak, apakah najis atau tidak?

Para ulama sepakat bahwa kotoran hewan yang dagingnya tidak halal dimakan adalah najis, seperti; babi, kotoran anjing, binatang buas dan lainnya. Adapun kotoran hewan yang dagingnya halal dimakan, seperti; kotoran ayam sapi dan hewan ternak lainnya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para fuqaha tentang hukumnya.
kotoran hewan ternak dalam pandangan islamPupuk kandang menurut pandangan islam (mazhab ulama’ Maliki dan Hanbali) bahwa kotoran hewan ternak tidaklah najis. Di antara dalil pendapat ini: Sekelompok orang dari bani Uraynah menyatakan keislamannya, lalu datang ke kota Madinah menemui Nabi, sesampainya di Madinah mereka terserang penyakit, maka Nabi memerintahkan mereka minum air kencing unta dan air susunya. (HR. Bukhari).
Dari perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar minum air kencing unta dapat dipahami bahwa kotoran hewan ternak tidaklah najis, karena seandainya itu najis tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan memerintahkan mereka agar meminumnya, sekalipun dalam rangka pengobatan, karena ada larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar jangan berobat menggunakan benda yang diharamkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Baihaqy dan dishahihkan oleh Suyuthi.
Juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat di dalam kandang kambing, dan ketika beliau ditanya tentang shalat di kandang kambing, beliau membenarkannya.
sapi dan hewan ternak lainnya, terdapat perbedaan pendapat dikalangan para fuqaha tentang hukumnya.Dari hadis di atas dapat dipahami bahwa kotoran hewan ternak tidaklah najis, karena seandainya itu najis tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan shalat di tempat najis (kandang kambing) dan akan melarang shalat di kandang kambing. Dengan demikian berarti boleh menjual-belikan pupuk kandang dan keuntungan hasil penjualannya halal, begitu juga boleh membuat kandang ayam di atas kolam ikan, dan bila ikannya dipanen lalu dijual tidak perlu dikarantina terlebih dahulu, karena ikan tersebut bukanlah jallalah, karena ikan itu tidak memakan najis.
Wallahu’alam.
Referensi:
DR Shaleh Al Musallam, Tathhir Najasat, Cet. I. Pustaka Fadhila, Riyadh
DR. Abdurrahim Hasyim, An Najasat wa ahkamuha, thesis di univ. Al Imam, Riyadh
Fathul Qadir, Ibnul Humam.
Mawahibul Jalil
Al Majmu’ Syarh Al Muhazzab
Ibnu Qudamah, Al Mugni
Bada’i Shana’i
Al Mausuah Fiqhiyyah Kuwaytiyyah
Sunan Nasa’i –

Sejarah Pupuk Organik Cair

Sejarah Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair adalah larutan dari fermentasi bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur.

Kelebihan dari pupuk organik cair ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat.

Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Berbeda dengan pupuk kimia, selain itu, pupuk organik cair juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman.
Dengan menggunakan pupuk organik cair dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk kimia saat ini.
Pupuk organik cair (POC) mengandung giberelin
Manfaat:
• Merangsang pertumbuhan tunas baru
• Mempebaiki sistem jaringan sel dan memperbaiki sel-sel rusak
• Merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tumbuhan
• Memperbaiki klorofil pada daun
• Merangsang pertumbuhan kuncup bunga
• Memperkuat tangkai serbuk sari pada bunga
• Memperkuat daya tahan pada tanaman
POC mengandung alkohol sehingga bermanfaat untuk sterilisasi pada tumbuhan (mengurangi dan menghentikan pertumbuhan mikroba pengganggu pada tumbuhan terutama pada daun dan batang, seperti, bercak daun (penyakit blas), jamur/khamir/cendawan serta spora organisme penyakit.
Aplikasi dari pupuk cair organik :
• 10 cc pupuk cair organik untuk 1-1,4 liter air. Disemprotkan pada mulut daun dan batang
• Waktu yang dibutuhkan adalah pada pagi hari sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore
• Dapat digunakan dengan sistem infus
• Khusus untuk perangsang buah pada kelapa sawit ditambahkan larutan NaCl 1 ons untuk 14 liter air
SEJARAH PUPUK ORGANIK CAIR
Penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu.
Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Efrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun.
Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya pun relatif murah dan mudah diperoleh.
Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik

Syarat Pengomposan Bahan Organik

Pengomposan Bahan Organik

Dalam membuat kompos dari bahan organik memang dibutuhkan parameter ideal (syarat pengomposan) agar proses pengomposan bahan organik berhasil.

Parameter ini bisa terukur lewat suhu, kelembaban dan PH selama proses pengomposan. Meskipun sebenarnya proses pengomposan bahan organik bisa dilakukan secara sederhana.
Pada prinsipnya proses pengomposan bahan organik merupakan proses fermentasi yang dibantu oleh aktivitas mikroorganisme sehingga dapat mengurai bahan organik. Proses ini  harus memiliki keadaan yang ideal selama proses pengomposan, mulai dari suhu 40-70 derajat Celsius, kelembaban 50-60 persen dan pH 5-8 adalah syarat ideal selama proses pengomposan. Meskipun bisa diukur secara sederhana tanpa menggunakan peralatan.
Kelembaban optimal
Awal proses pengomposan adalah pencampuran bahan kompos sehingga menjadi homogen, dan proses ini harus memiliki kisaran kelembaban 50-60 persen. Cara mengukurnya bisa dengan memeras campuran homogen dari bahan kompos tersebut. Apabila air yang menetes minimal, yaitu satu-dua tetes kelembaban optimal atau kelembaban berkisar antara 50-60 persen. Lebih dari itu atau terlalu basah dapat menghambat proses pengomposan, dan akan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Jadi pada awal proses pengomposan  perlu adanya persiapan bahan kompos yang ideal untuk proses pengomposan. Sebelumnya harus ada penyeleksian bahan kompos yang akan ditambahkan pada hari berikutnya, terutama saat mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos, maka akan tiap hari bahan kompos bisa ditambahkan. Namun kelembabannya harus tetap optimal.
Baca juga : Kompos Rumah Tangga
Suhu optimal 
Pada saat proses pengomposan, akan ada lapisan di dalam dengan suhu 40-50 derajat Celsius di awal proses pengomposan dan berkembang menjadi sekitar 60-70 derajat Celsius yang merupakan puncak proses pengomposan, sebelum bahan kompos menjadi matang. Ini biasa terjadi selama 1-3 hari, jadi ada gunanya melakukan pembalikan untuk meratakan proses pengomposan. Seandainya tidak dilakukan juga tidak apa, hanya proses pengomposan tidak terjadi secara merata dan cepat, akan ada batas di dalam yang matang dan di bagian luar yang masih mentah.
Memang ada semacam lapisan di tumpukan bahan kompos  yang mengalami proses pengomposan secara cepat. Secara perlahan suhu akan naik saat bakteri pengurai mulai bekerja dan dan akan turun kembai mendekati suhu kamar saat sudah matang atau bahan kompos terurai sempurna. Secara teknis ada semacam kenaikan suhu sebelum turun kembali dan bisa terjadi lonjakan lagi saat proses pengomposan diratakan atau melakukan pembalikan.
pH ideal
pH pengomposan yaitu kisaran pH 5-8, memang sedikit netral menuju asam selama bakteri melakukan penguraian bahan organik. Kondisi ini akan menjadi netral saat bahan kompos menjadi matang. Memang tidak disarankan merubah pH yang sedikit asam ini karena memang akan menghasilkan unsur Nitrogen yang sangat baik bagi bahan kompos. Meskipun kadang ada percampuran yang membuat unsur Nitrogen ini terlepas dan menjadi Amoniak.
Artikel lain yang menarik : Pembuatan Pupuk Hijau Organik
Biasanya akan timbul bau yang khas, pada saat pH sedikit asam ini mengalami perubahan. Jadi pentupan bahan kompos memang harus dilakukan sampai proses pengomposan benar-benar matang, agar unsur nitrogen bisa melengkapi bahan kompos tadi dan menambah unsur hara pada hasil kompos. Keberhasilan proses pengomposan bahan organik memang dimulai dari penyiapan bahan kompos, mencampurnya secara homogen, menjaga kelembabannya, meratakan proses pengomposan hingga menjaga kondisi kondusif selama proses pengomposan.

Kegunaan Pupuk Organik dibandingkan dengan Pupuk Anorganik (Kimia)

Pupuk Organik dengan Pupuk Anorganik (kimia)

Pupuk organik dengan pupuk anorganik (kimia), jelas perbedaannya cukup mencolok. Jika dilihat dari kandungannya, pupuk organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap baik dari kandungan makro maupun mikronya. Namun kapasitasnya lebih sedikit dan komposisinya tidak menentu.

Setiap pupuk organik mempunyai kandungan nutrisi dengan komposisi yang berbeda-beda. Sedangkan pupuk kimia sintetis hanya memiliki beberapa kandungan nutrisi saja, namun jumlahnya cukup banyak dan komposisinya pasti, karena diproduksi dengan komposisi yang sama. 
Nutrisi dari pupuk organik dengan pupuk anorganik memang lebih lama dan lebih sulit dicerna oleh tanaman karena masih tersimpan dalam ikatan yang cukup kompleks. Namun secara jangka panjang akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah yang bisa memudahkan tanaman menyerap unsur-unsur yang terkandung pada pupuk organik.
Sedangkan pada pupuk kimia sintetis kandungan haranya bisa diserap langsung oleh tanaman, sehingga efeknya akan cepat terlihat jika dibandingkan antara keduanya. Kelemahan dari pupuk sistetis salah satunya yaitu zat hara yang terkandung sangat mudah hilang dari tanah karena erosi.
pupuk organik dengan pupuk anorganikPupuk organik dengan pupuk anorganik baik untuk digunakan dalam jangka panjang karena sifatnya menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air. Sehingga kesuburan tanah tetap terjaga.
Sementara itu pupuk kimia sintetis walaupun efek reaksinya cepat, secara jangka panjang akan mengeraskan tanah dan mengurangi kesuburannya. Sehingga apabila penggunaannya secara terus menerus akan merusak karakteristik dan sifat lahan pertanian. akibatnya apabila ditanami berbagai tanaman pertumbuhan yang dialami kurang maksimal, karena unsur hara yang terkandung pada lahan sudah mengeras.
Dari sisi lingkungan dan ekosistem, pupuk organik dibanding pupuk anorganik lebih memicu perkembangan organisme tanah, karena tanah yang kaya akan organisme sanggup memberikan nutrisi secara berkelanjutan. Karena aktivitas organisme tanah akan menguraikan sejumlah nutrisi penting bagi tanaman. Sedangkan pupuk kimia sintetis malah membunuh organisme tanah. Sehingga untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman selalu diperlukan penambahan pupuk dalam jumlah yang terus meningkat.
Dilihat dari sisi kesehatan, pupuk organik dibanding pupuk anorganik lebih menyehatkan bagi manusia karena tersusun dari bahan-bahan organik yang sama dengan tubuh manusia. Sedangkan pupuk kimia sintetis diketahui unsur-unsur bebasnya membahayakan kesehatan. Namun khusus poin yang terakhir ini masih menjadi perdebatan di kalangan para peneliti.

Manfaat Pupuk Organik Cair Untuk Tanaman

MANFAAT PUPUK ORGANIK CAIR

Terdapat banyak manfaat dalam menggunakan pupuk organik cair sebagai pupuk tanaman, karena kandungan pupuk organik cair yang bermacam macam.

Kandungan dan manfaat pupuk organik cair adalah sebagai berikut :
Manfaat pupuk organik cair  yg  mengandung giberlin :
Merangsang pertumbuhan tunas baru, Mempebaiki sistem jaringan sel dan memperbaiki sel-sel rusak, Merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tumbuhan, Memperbaiki klorofil pada daun, Merangsang pertumbuhan kuncup bunga, Memperkuat tangkai serbuk sari pada bunga, dan Memperkuat daya tahan pada tanaman…
Manfaat pupuk organik cair  yg  mengandung alkohol:
Sterilisasi pada tumbuhan (mengurangi dan menghentikan pertumbuhan mikroba pengganggu pada tumbuhan terutama pada daun dan batang, seperti, bercak daun (penyakit blas), jamur/khamir/cendawan serta spora organisme penyakit
Aplikasi dari pupuk cair organik
• 10 cc pupuk cair organik untuk 1-1,4 liter air. Disemprotkan pada mulut daun dan batang
• Waktu yang dibutuhkan adalah pada pagi hari sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4
sore
• Dapat digunakan dengan sistem infus
• manfaat pupuk organik cair berikutnya khusus untuk perangsang buah pada kelapa sawit ditambahkan larutan NaCl 1 ons untuk
14 liter air
Catatan :
-Dianjurkan untuk menggunakan nozsle kabut
-Pupuk ini dapat dicampur dengan zat PT (perengsang tumbuh) lainya yang berada
dipasaran
-Ampas dari sisa fermentasi dapat digunakan kembali dengan mencampurkan kompos dan bermanfaat untuk mengusir uret (ulat tanah) dan penambah unsur hara pada tanah terutama tanah dengan kadar asam tinggi seperti tanah gambut
-Penyemprotan pada tanaman buah bermanfaat untuk mengusir lalat buah
-Manfaat Pupuk cair organik ini dapat mengusir hama tanaman seperti lalat buah, ulat daun, kumbang penggerek dan menghambat pertumbuhan ulat serta mematikan larva hama pengganggu.
-Ampas sisa fermentasi pupuk cair organik dapat dicampur dengan NaCl sebagai pengganti urea(produk buatan pabrik). Pemupukan hanya dilakukan 6 bulan sekali untuk tanaman normal dan 4 bulan sekali untuk tanaman sakit(terserang hama)
-Di dalam penelitian ini dihasilkan pula Gas metan dan Gas H2S yang diperkirakan dapat menbunuh spora dari jamur yang melekat pada daun, dan gas metan berfungsi untuk membunuh mirobiologi yang menempel pada tanaman dengan memanfaatkan reaksi dari ultraviolet
– manfaat pupuk organik cair untuk mengatasi serangan penyakit padat umbuhan seperti, cacing, kumbang penggerek, lalat buah, jamur, spora dan larva organisme pada tumbuhan hal ini diketahui dari kandungan senyawa kimia yang dihasilkan dan mikroorganisme pendekomposisi didalam pupuk
-Gas metan dan H2S dapat membantu membakar spora jamur dan membakar
mikroorganime penyakait yang menempel pada daun dan tanaman dengan memanfaatkan reaksi ultraviolet
-Di dalam pupuk terdapat mikroorganisme yang terus melakukan dekomposisi pada pupuk hal ini disebabkan oleh media perkembangan jenis mikroorganisme bermanfaat ini sangat cocok dengan bahan dasar pupuk
Kandungan kimiawi dari pupuk ini sangat baik untuk tanaman seperti :
1. Gibberellin dan Asam Giberalat yang dihasilkan dari gibberella fujikoroi dan berupa hormon alamiah perangsang pertumbuhan pada tumbuhan.  Manfaat pupuk cair ini untuk memperkaya sel tanaman, meransang pertumbuhan pohon, terutama pada tumbuhan buah, bunga, biji- bijian dan tumbuhan biji, memperkuat tangkai sari bunga pada tanaman
2. Alkohol yang dihasil dari fermentasi bahan dasar berfungsi sebagai pensteril tanaman dari lava dan spora penyakit tanaman
3. N, P, K, Mg, S, terlarut yang terdapat didalam pupuk memiliki tingkat kestabilan yang baik (kesaksian komsuman)

  • Saltivine : bisa mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang
    susunan sel
  • Diallysulfide, alilpropil-disulfida : anti cacing. Belerang
  • Mengandung minyak atsiri dan berfungsi sebagai anti bakteri
  • Hidrat arang berfungsi menurunkan kadar asam pada tanaman baik dari molekul
    udara maupun dari tanah dan air
  • Memiliki kandungan senyawa organosulfur yang bermanfaat secara biologis
    untuk mengobati
  • Memiliki kandungan vitamin C atau asam askorbat
  • Pupuk juga memiliki kandungan Mineral, seperti zat besi, fospor
  • Pupuk juga memiliki kandungan Alaniin yang berbentuk dialil-trisulfida yang berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel baru
  • Folate Acid
  • Nicotinate Acid sebagai antipelagra
  • Panthotenate Acid sebagai anti bakteri pada kulit dan daun tanaman
  • Biotin sebagai penghasil vitamin B2 kompleks
  • Pyridoxine sebagai hormon pertumbuhan
  • Hyboflavine
  • Tyamin bermanfaat dalam metabolism karbohidrat
  • Giberelat Acid sebagai hormon peransang pertumbuhan pada tanaman dan dapat memperkaya sel pada tanaman
  • Auxins sebagai hormon yang mengatur arah tumbuh pada tanaman,dan digunakan untuk menghasilkan buah dari bunga-bunga yang tidak dibuahi(partenokarpi)
  • 1.3-difenilurea sebagai anti jamur dan sebagai ganti urea pada tanaman
  • M-inositol
  • Silo-inositol
  • Sorbitol
  • Ca, C1, Cu, Fe, K, Mg, Na, P, dan S