Kali ini Shining International Preschool fieldtrip ke Sentulfresh, intip keseruannya yuk!

Shining Language Center and Shining International Preschool– Tepat ditanggal 25 Mei 2018, Sentulfresh dikunjungi oleh teman-teman dari Shining International Preschool. Sekolah ini merupakan penggabungan antara Preschool dengan Language Centre, dimana kurikulumnya menggunakan 2 bahasa utama yaitu Inggris dan Mandarin. Shining Preschool beralamatkan di Jalan Utan jati blok 7 b no 9a-11 daan Mogot baru, Jakarta Barat.

Continue reading Kali ini Shining International Preschool fieldtrip ke Sentulfresh, intip keseruannya yuk!

Mendeteksi Kehamilan Kelinci

setiap orang bisa memelihara kelinci

mendeteksi kehamilan kelinci

Ada banyak cara mendeteksi kehamilan kelinci, sekaligus banyak faktor yang membuat kita terkelabuhi. Karena itu marilah kita sedikit telaah dan memahami hal ini:

  1. Setelah kelinci dikawinkan, 10 jam kemudian sperma akan bereaksi dan seperti lazimnya proses pembuahan, akan menjadi sempurna pada umur kandungan 7 hari, lalu meningkat menjadi janin resmi pada umur 10 hari. Karena itu tidak usah kaget kalau pada umur kandungan 10 hari kelinci hamil mendadak gusar, makan dan minum banyak, dan terkadang sibuk mengorek ngorek kandang dengan kakinya, terkadang disertai sibuk mencari rumput untuk sarang. Ini tanda-tanda kehamilan juga, tetapi tidak setiap perilaku seperti ini pasti hamil. Tak usah buru-buru memasang kotak.
  2. Memasuki umur kandungan 14 sampai 17 hari biasanya semakin mudah mendeteksi kehamilan dengan melihat tingkah gusarnya, seperti mengorek-ngorek kandang dengan kuku, menggigit-gigit kayu, nampak pemarah, mengupulkan rumput dan semakin sensitif di dekati orang. Pangku kelinci dan elus elus kepala dan punggungnya. Setelah merasa nyaman, barulah tangan kita meraba bagian bawah perut pelan-pelan.
  3. Pada umur kandungan 25 hari, kelinci hamil atau semuanya biasanya menampakkan stres, gusar dan mulai mencari sarang. Kita bisa menempatkan kotak dan memberikan jerami, rumput kering atau jika terpaksa tidak ada, pasok robekan-robekan koran. Ada baiknya jerami tidak usah dimasukan dikotaknya, supaya kelinci bekerja sendiri memasukkan dan membangun gulungan. Sebab sekalipun kita memasukkan jerami di dalam kotak, seringkali kelinci mnegobrak ngabrik terlebih dahulu baru kemudian menata sarang.
  4. Kelinci bunting semu kelakuannya juga sama dengan kelinci hamil pada umumnya, kalaupun ada perbedaan biasanya tidak terlalu mencolok. Jika pada umur kandungan 33 hari tidak melahirkan anak, maka sudah jelas itu hamil semu. Kita bisa mengulang mengawinkan secara lebih baik. Biasanya hamil semu disebabkan kurang tepatnya perkawinan atau memang ada situasi tertentu seperti hawa terlalu panas, stres berlebihan dan penyebab lainnya.
  5. Jika kita tetap kesulitan menentukan apakah kelinci yang sudah dikawinkan itu hamil atau tidak sebaiknya diyakini sebagai kelinci hamil. Pada umur kandungan 25 hari siapkan kotak. Jika tetap tidak menunjukkan kehamilan kita harus bersabar sampai usia kandungan 33 hari, baru dikawinkan lagi. Karena biasanya diantara kita ada yang ceroboh soal kalender atau ada orang lain yang mengawinkan, sebaiknya kita tunda saja sampai seminggu. Ini lebih aman.

Kualitas Sapi Peranakan Ongole (PO)

Sapi Peranakan Ongole (PO)

Sapi Peranakan Ongole (PO) adalah sapi hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina lokal di Jawa yang berwarna putih.

Sapi Peranakan Ongole (PO) yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak di silangkan dengan sapi Brahman, sehingga sapi PO diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir.

Sapi Peranakan Ongole (PO) mudaSapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tenaga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, jantannya memiliki kualitas semen yang baik. Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik (Anonim, 2012).

Hasil perkawinan antara sapi ongole dengan sapi jawa adalah sapi PO atau Sapi Peranakan Ongole (PO). Ukuran tubuh besar dan bisa lebih tahan terhadap kepanasan, kehausan dan kelaparan. Serta dapat mengkondisikan diri dengan mengkonsumsi pakan berkualitas rendah sekalipun. Sapi PO betina memiliki sifat serta hasil reproduksi lebih baik dibandingkan dengan sapi madura dan sapi bali, dan terlebih lagi harga sapi ongole jelas lebih tinggi ketimbang kedua sapi tersebut.

Sapi Peranakan Ongole (PO)memiliki ciri ciri khusus sebagai berikut. Menurut penuturan Ir. Heru wahyono sebagai kabid peternakan dan produksi hewan dinas pertanian dan peternakan kabupaten Kebumen, sapi PO mempunyai bentuk muka yang agak cembung serta pendek dengan lingkar mata berwarna hitam. Bermoncong rata dengan warna hitam, memiliki tanduk berwarna gelap dan lengkungannya mengarah ke belakang. Pada sapi PO betina tanduk lebih panjang dari sapi PO jantan.

Mempunyai tulang belikat besar, serta punduk sudah ada sejak lahir. Memiliki pusar panjang dan berwarna putih. Serta memiliki posisi uyeng uyeng yang tidak segaris lurus dengan posisi pusar. Ciri lain dari sapi PO adalah terletak pada bentuk telinga yang berdiri, agar lebar dan bisa bergerak dengan leluasa. Lehernya yang panjang dan bergelambir warna putih. Gelambirnya yang tebal dari depan membelah dua. Sapi PO mempunyai bentuk punuk yang besar tegak serta menonjol ke belakang dan tidak jatuh. Berat sapi PO yang baru lahir bisa mencapai 28 kg.

Memelihara Sapi Peranakan Ongole (PO)sebenarnya sama seperti memelihara sapi ternak potong lainnya. dari mulai kandang yang baik. Kandang yang sehat, kering, & bersih. Kandang mendapat penyinaran matahari. Agar kering, tidak lembab. Lembab akan menimbulkan bau, & muncul kuman penyakit. Dibersihkan tiap hari. Sapinya sehat, terhindar dari penyakit.

Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan Sapi Peranakan Ongole (PO) -1dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5×1 m.

Dalam hal pembibitan, Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah:

  1. Mempunyai tanda telinga (ear tag), artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.
  2. Matanya tampak cerah dan bersih.
  3. Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
  4. Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
  5. Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
  6. Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
  7. Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
  8. Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.
  9. tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.
  10. kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.
  11. laju pertumbuhannya relatif cepat.

Perawatan & pemeliharaan Sapi Peranakan Ongole (PO)meliputi:

  • Penyediaan pakan, minum, & suplemen pertumbuhan
  • Memicu pertumbuhan sehat & cepat, dengan suplemen PIKADO
  • Perlindungan terhadap gangguan alam: hujan, panas, & kondisi lingkungan
  • Perlindungan terhadap keamanan dari pencurian
  • Perawatan preventif
  • Perawatan kuratif, pengobatan bila sakit

Pada umumnya, setiap Sapi Peranakan Ongole (PO) membutuhkan makanan berupa hijauan. Memberikan makan terhadap sapi PO dengan benar maka akan menghasilkan sapi PO yang berkualitas.

Tips Mendapatkan Kelinci yang Bagus

setiap orang bisa memelihara kelinci

Mengapa kelinci banyak yang mati?

Tidak sulit menganalisa hal seperti ini. Beberapa penyebabnya bisa dirujuk pada fakta sebagai berikut:

  1. Memisahkan anak dari induk sebelum masa sapih dan masa penyatuan sehingga anak kehilangan sumber gizi dan stres.
  2. Pemeliharaan yang tidak mengindahkan kaidah pemeliharaan kelinci. Banyak yang berfikir kebutuhan kelinci seperti kebutuhan manusia atau hewan lain sehingga dalam pemberian pakan misalnya tidak diberikan pakan yang sehat dan sesuai kebutuhan kelinci. Dalam hal pemeliharaan seringkali kandang tidak sehat dan tidak memenuhi standar untuk kehidupan kelinci.
  3. Perawatan yang tidak tanggap sehingga penyakit yang seharusnya mudah diatasi berkembang mewabah sampai mengakibatkan kematian.
  4. Kurang rasa kasih sayang sehingga perhatian untuk kelinci minim.

mendapatkan kelinci yang bagusKelinci aja kalau kurang kasih sayang bisa stres dan mati, maka kelinci harus penuh dengan kasih sayang, apalagi kamu?

Bagaimana kita mendapatkan kelinci?

  1. Harus berumur diatas 2 bulan. Kelinci yang dijual sembarangan, termasuk di petshop memang sering dikatakan lebih 2 bulan, padahal biasanya baru berumur 2-3 minggu, saat masa-masa lucu kelinci. Sekalipun nampak sehat tetapi sesungguhnya sedang memiliki masalah. Tiga sampai tujuh hari kemudian biasanya mati. Kalaupun hidup kebanyakan hanya keberuntungan saja.
  2. Kelinci dibawa ke tempat jauh sangat beresiko, apalagi tidak di perhatikan makanan dan minumannya. Jangankan anak kelinci, anak manusia pun dalam perjalanan jauh sering sakit, mual, stres, apalagi dalam situasi panas (dehidrasi, musuh utama kelinci), lapar dan haus. Kelinci boleh dibawa jauh hanyalah kelinci dewasa, itu pun harus dengan perawatan ekstra.
  3. Sebelum membeli kelinci sebaiknya mempelajari terlebih dahulu secara mendalam seluk beluk pemeliharaan kelinci melalui bacaan, internet, buku atau bertanya pada ahlinya. Mereka para ahli kelinci adalah para pemelihara/peternak yang juga menguasai teori pemeliharaan kelinci, bukan peternak yang berternak secara asal-asalan.
  4. Belilah kelinci ditempat peternakan. di sana kita bisa melihat secara langsung bagaimana pemeliharaannya, melihat induknya dan melihat kalendernya (riwayat hidupnya). Pilih kelinci yang memiliki kalender kelahiran.
  5. Dalam jarak yang jauh melalui kendaraan mobil, kardus sangat menyiksa; sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek.

Itulah sedikit tips bagaimana cara kita memelihara kelinci serta kebutuhan apa yang harus kita penuhi kalau mau memelihara atau beternak kelinci.

Rambo, Pejantan Muda Blasteran Simmental dan FH Aseli Sentulfresh

Joyful learning SD FEP Jubilee Jakarta - siap siap naik pedet

Rambo, Blasteran Simmental dan FH

Rambo Blasteran Simmental dan FH adalah salah satu sapi hasil perkawinan silang antara sapi FH dan sapi simmental di sentulfresh. Anak sapi atau pedet satu ini berusia 12 bulan atau satu tahun. Sapi yang jinak ini menjadi satu satunya anak sapi yang mau di naiki anak anak yang berkunjung ke sentulfresh untuk mengikuti program education farming.

Rambo, Blasteran Simmental dan FHRambo Blasteran Simmental dan FH berbadan seperti sapi simmental yang lainnya yaitu berbadan tinggi dan kekar berotot namun perbedaannya ada pada kulitnya yang sama seperti sapi FH pada umumnya yaitu berwarna hitam dan putih. Rambo hasil perkawinan silang antara sapi FH dan sapi simmental ini berjenis kelamin pejantan.

Awalnya Rambo terlahir karena pemilihan bakalan sapi yang disesuaikan dengan tujuan usaha peternakan yang akan dilaksanakan. Indukan/bakalan yang akan dipilih haruslah memiliki kriteria dasar antara lain ras/ bangsa, genetis dan karakteristik masing-masing sapi. Sapi mempunyai sifat baik dan sifat buruk saat pemeliharaan, kita harus mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya tipe sapi, habitat asalnya, kemampuan adaptasi, kesehatan, bentuk tubuh, pertambahan bobot badan, kemampuan menghasilkan anak dan sebagainya. Calon bakalan untuk pembibitan (induk-anak) yang dipilih yaitu sapi Simmental yang cukup favorit.

Sapi Simmental berasal dari lembah Simme di Switzerland. Merupakan sapi tipe triguna (pedaging, perah, dan pekerja), sangat populer di Eropa dan dominan di Perancis Timur, Jerman Selatan, Cekoslowakia serta Hongaria. Pertumbuhan ototnya sangat baik dan tidak banyak terdapat timbunan lemak di bawah kulit. Warna bulu umumnya krem kecoklatan hingga sedikit merah dan warna bulu pada muka putih, warna dari lutut ke bawah dan ujung ekor juga berwarna putih. Tanduknya tidak begitu besar, berat sapih anaknya tinggi, pertambahan bobot badan harian (PBBH) setelah sapih tinggi, Kesulitan lahir tidak sering terdapat seperti pada umumnya Charolais dan Mane-Anjou.

Produksi susu tinggi yaitu rata-rata 3.900 Kg per laktasi dengan persentase lemak susu sebesar 4%. Bobot badan jantan dewasa mencapai 1.150 Kg dan bobot badan betina dewasa mencapai 800 Kg. Pemilihan bakalan secara umum yaitu umurnya lebih dari 2,5 tahun (minimal gigi tetap 2 pasang), kurus tapi sehat, tulang rangka besar, serta penilaian (jugdging) bentuk guna mendapatkan bakalan dengan nilai di atas rata-rata.

Sapi Simmental merupakan sapi sub-tropis tetapi dapat tumbuh di daerah tropis meski terdapat beberapa kendala, memproduksi susu banyak, produksi lemak bagus, bobot pasca sapih dan daya hidup pedet tinggi, jinak serta memiliki karkas yang berkualitas baik juga bagus untuk penggemukan di samping pembibitan (induk-anak).

Gambaran keunggulan sapi simmental (Darmono, 2000) dibanding bangsa lainnya terlihat berat anak sapi umur 200 hari yang dipelihara ditempat ketinggian yang berbeda yaitu mencapai 232 Kg di dataran rendah, 222 Kg di dataran tinggi, dan 198 Kg. Pertambahan BB dan berat akhir pada perkawinan silang sapi FH (Friesian Holstein) dengan simmental yaitu +8,9% pertambahan berat normal 0,8 Kg per hari serta +5,4% dari berat potong 495 Kg.

Di samping kelebihan sapi Simmental juga terdapat kekurangan yaitu tidak tahan cuaca panas, tidak tahan terhadap gigitan kutu, dan tidak produktif dalam keadaan yang kurang menguntungkan. Apapun tujuan peternakan sapi baik pedaging, perah ataupun tenaga kerja pasti pada akhirnya berujung pada untuk pemenuhan kebutuhan daging.

Pada pemeliharaan ‘Rambo’ Blasteran Simmental dan FH, kandang pedet sebaiknya berada pada kondisi individu, bebas debu dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Satu pintu masuk dianjurkan untuk mencegah penyebaran penyakit dari satu pedet kepada pedet lain. Lantai kandang dapat diberi lapisan jerami atau serbuk gergaji yang tetap dijaga kebersihan dan kekeringannya serta diganti setiap pedet tersebut dipindahkan/dikeluarkan dari kandangnya.

Saat beranak, ‘Rambo’ Blasteran Simmental dan FH pedet harus sudah diberi identitas dengan menggunakan ear tag atau tanda pada telinga atau dengan photo. Pencatatan sangat penting untuk mendapatkan dokumentasi tentang tanggal lahir, garis keturunan. Pemberian vaksin anti diare dilaksanakan sebagai salah satu tindakan pencegahan penyakit. Saat tanduk pedet sudah nampak, dilakukan dehorning dengan menggunakan electric dehorner dan lebih baik dilakukan pada pedet yang berumur dibawah satu bulan untuk mengurangi terjadinya stress dan kemudahan penanganan. Khusus di Sentulfresh tidak dilakukan dehorning karena di sini menganut sistem segala sesuatu dibuat alami.

Beberapa aksi Rambo dalam melayani siswa yang mengikuti edufarm di Sentulfresh dapat dilihat di foto berikut ini:

Naik anak sapi Blasteran Simmental dan FH Kak Yusuf, Guide Sentulfresh pun ikut bergaya SD Al Azhar 12 Cikarang- Bu Sari pun bergaya