Peran Bakteri dalam Pembuatan Kompos Sampah Bahan Organik

Mikroorganisme dalam pembuatan kompos

Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik yang bernilai ekonomis. Proses pembuatan pupuk organik secara konservatif membutuhkan waktu 8 – 12 minggu, sedang apabila menggunakan sistem baru (penambahan inokulan) hanya memerlukan waktu 4 sampai 8 minggu dan hasilnya lebih baik.

Proses ini memerlukan bakteri dalam pembuatan kompos.

Perbedaan dari kedua proses pembuatan pupuk organik tersebut ternyata terletak pada metode dan adanya bahan inokulan (EM-4, kotoran hewan, dan cacing). Cara ini biasanya memerlukan waktu relatif lebih singkat sehingga lebih efisien.

Continue reading Peran Bakteri dalam Pembuatan Kompos Sampah Bahan Organik

Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos

Mikroorganisme dalam pembuatan kompos

Mikroorganisme dalam pembuatan kompos membantu merombak komponen-komponen yang terdapat pada bahan baku.

Proses pembuatan kompos yang dilakukan dengan menambahkan larutan effective microorganisme (EM) pertama kali ditemukan oleh Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus. Jepang, dengan EM4 nya.

Mikroorganisme dalam pembuatan komposDalam EM ini terdapat sekitar 80 genus microorganisme fermentor. Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos ini dipilih yang dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasikan bahan organik. Secara global terdapat 5 golongan yang pokok yaitu: Bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp, Streptomycetes sp, Ragi (yeast), Actinomycetes.

Teknologi EM (Effective Mikroorganism) dapat digunakan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Meski sudah banyak kalangan masyarakat yang menggunakan tapi tidak banyak yang tahu tentang Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos (EM), komposisi kandungan, fungsi dan jenis-jenis EM tersebut.

Mikroorganisme dalam pembuatan kompos (EM) merupakan campuran dari mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH 3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme Aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam tanah memberikan multiple efect yang secara dramatis meningkatkan mikroflora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, saccharida, alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman.

mikroorganisme dalam pembuatan kompos em4Kandungan mikroorganisme dalam pembuatan kompos (EM) terdiri dari bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomycetes, ragi dan jamur fermentasi. Bakteri fotosintetik membentuk zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi asam laktat, percepat perombakan bahan organik, lignin dan cellulose, dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan.

Actinomycetes menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Ragi menghasilkan zat antibiotik, menghasilkan enzim dan hormon, sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme efektif bakteri asam laktat actinomycetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.

Artikel menarik lainnya:

    1. Pupuk Kompos, Solusi Pertanian Organik Yang Murah

 

    1. Manfaat Pupuk Kompos Untuk Tanaman

 

  1. Pupuk Kompos, Solusi Pertanian Organik Yang Murah

Fungsi mikroorganisme dalam pembuatan kompos (EM) untuk mengaktifkan bakteri pelarut, meningkatkan kandungan humus tanah sehingga mampu memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat kematangan buah dan mengurangi buah busuk.  Juga berfungsi untuk mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfungsi antioksidan, menekan bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian, meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi molaritas Benur.

Jenis-jenis Mikroorganisme dalam Pembuatan Kompos yang ada seperti EM1 yang berupa media padat berbentuk butiran yang mengandung 90% actinomycetes. Berfungsi untuk mempercepat proses pembentukan kompos dalam tanah. EM2 terdiri dari 80 species yang disusun berdasarkan perbandingan tertentu.Umumnya berbentuk kultur dalam kaldu ikan dengan pH 8,5. dalam tanah mengeluarkan antibiotik untuk menekan patogen.

EM3 terdiri dari 95% bakteri fotosintetik dengan pH 8,5 dalam kaldu ikan yang berfungsi membantu tugas EM2. Sakarida dan asam amino disintesa oleh bakteri fotosintetik sehingga secara langsung dapat diserap tanaman. EM4 terdiri dari 95% lactobacillus yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. EM5 berupa pestisida organik.

Syarat Pengomposan Bahan Organik

pengomposan bahan organik

Pengomposan Bahan Organik

Dalam membuat kompos dari bahan organik memang dibutuhkan parameter ideal (syarat pengomposan) agar proses pengomposan bahan organik berhasil.

Parameter ini bisa terukur lewat suhu, kelembaban dan PH selama proses pengomposan. Meskipun sebenarnya proses pengomposan bahan organik bisa dilakukan secara sederhana.

Pada prinsipnya proses pengomposan bahan organik merupakan proses fermentasi yang dibantu oleh aktivitas mikroorganisme sehingga dapat mengurai bahan organik. Proses ini  harus memiliki keadaan yang ideal selama proses pengomposan, mulai dari suhu 40-70 derajat Celsius, kelembaban 50-60 persen dan pH 5-8 adalah syarat ideal selama proses pengomposan. Meskipun bisa diukur secara sederhana tanpa menggunakan peralatan.

Kelembaban optimal
Awal proses pengomposan adalah pencampuran bahan kompos sehingga menjadi homogen, dan proses ini harus memiliki kisaran kelembaban 50-60 persen. Cara mengukurnya bisa dengan memeras campuran homogen dari bahan kompos tersebut. Apabila air yang menetes minimal, yaitu satu-dua tetes kelembaban optimal atau kelembaban berkisar antara 50-60 persen. Lebih dari itu atau terlalu basah dapat menghambat proses pengomposan, dan akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Jadi pada awal proses pengomposan  perlu adanya persiapan bahan kompos yang ideal untuk proses pengomposan. Sebelumnya harus ada penyeleksian bahan kompos yang akan ditambahkan pada hari berikutnya, terutama saat mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos, maka akan tiap hari bahan kompos bisa ditambahkan. Namun kelembabannya harus tetap optimal.

Baca juga : Kompos Rumah Tangga

Suhu optimal 
Pada saat proses pengomposan, akan ada lapisan di dalam dengan suhu 40-50 derajat Celsius di awal proses pengomposan dan berkembang menjadi sekitar 60-70 derajat Celsius yang merupakan puncak proses pengomposan, sebelum bahan kompos menjadi matang. Ini biasa terjadi selama 1-3 hari, jadi ada gunanya melakukan pembalikan untuk meratakan proses pengomposan. Seandainya tidak dilakukan juga tidak apa, hanya proses pengomposan tidak terjadi secara merata dan cepat, akan ada batas di dalam yang matang dan di bagian luar yang masih mentah.

Memang ada semacam lapisan di tumpukan bahan kompos  yang mengalami proses pengomposan secara cepat. Secara perlahan suhu akan naik saat bakteri pengurai mulai bekerja dan dan akan turun kembai mendekati suhu kamar saat sudah matang atau bahan kompos terurai sempurna. Secara teknis ada semacam kenaikan suhu sebelum turun kembali dan bisa terjadi lonjakan lagi saat proses pengomposan diratakan atau melakukan pembalikan.

pH ideal
pH pengomposan yaitu kisaran pH 5-8, memang sedikit netral menuju asam selama bakteri melakukan penguraian bahan organik. Kondisi ini akan menjadi netral saat bahan kompos menjadi matang. Memang tidak disarankan merubah pH yang sedikit asam ini karena memang akan menghasilkan unsur Nitrogen yang sangat baik bagi bahan kompos. Meskipun kadang ada percampuran yang membuat unsur Nitrogen ini terlepas dan menjadi Amoniak.

Artikel lain yang menarik : Pembuatan Pupuk Hijau Organik

Biasanya akan timbul bau yang khas, pada saat pH sedikit asam ini mengalami perubahan. Jadi pentupan bahan kompos memang harus dilakukan sampai proses pengomposan benar-benar matang, agar unsur nitrogen bisa melengkapi bahan kompos tadi dan menambah unsur hara pada hasil kompos. Keberhasilan proses pengomposan bahan organik memang dimulai dari penyiapan bahan kompos, mencampurnya secara homogen, menjaga kelembabannya, meratakan proses pengomposan hingga menjaga kondisi kondusif selama proses pengomposan.