Pertanian Tanaman

Kompos Rumah Tangga, Sayang untuk Dibuang sia-sia

kompos rumah tanggaSampah rumah tangga sangat ideal dijadikan kompos rumah tangga karena selain dapat memanfaatkan komposnya, lingkungan pun terhindar dari pencemaran.

Selain sampah rumah tangga, cara ini dapat pula diterapkan untuk sampah dari pasar yang sebagian besar berupa sampah organik. Untuk mengolah kompos rumah tangga, diperlukan alat yang biasanya disebut komposter.

Bahan-bahan untuk membuat komposter yaitu
Drum atau tong plastik yang mempunyai tutup,
Pipa pralon berdiameter 4 inci,
Kasa plastik untuk menutup lubang pipa bagian luar, dan
Batu kerikil.

Adapun cara pembuatan kompos rumah tangga adalah sebagai berikut.
1) Bagian atas tong plastik diberi 4 lubang diameter 4 inci untuk memasang pipa. Bagian bawah juga dilubangi dengan diameter yang sama, sebanyak 4—5 lubang, lalu ditutup kasa plastik untuk jalan air.
2) Ujung pipa bagian luar ditutup kasa plastik untuk sirkulasi udara.
3) Pipa dilubangi dengan bor sebesar 5 mm setiap jarak 5 cm. Tong juga dilubangi 5 mm dengan jarak 10 cm untuk udara.
4) Pasang pipa pada empat sudut tong, lalu tanam di tanah. Tem- patkan pada bagian yang tidak kena hujan secara langsung.
5) Tepi tong ditutup batu kerikil setebal 15 cm. Demikian juga sekeliling pipa ditutup kerikil, baru ditutup tanah. Tempat sampah biasanya berbau karena sampah organik cepat membu- suk sehingga diperlukan kerikil untuk meredam bau tersebut.

kompos rumah tanggaTong tersebut diisi dengan sampah rumah tangga, tentunya sampah organik, tetapi jangan diikutkan dengan kulit telur dan kulit kacang sebab sukar menjadi kompos. Setelah penuh, tong ditutup dan dibiarkan selama 3—4 bulan. Selama itu akan terjadi proses pengomposan. Sampah yang sudah jadi kompos berwarna hitam dan gembur seperti tanah. Ambil kompos itu dari komposter, lalu diangin-anginkan sekitar seminggu. Nah, kompos itu sudah siap di- pakai untuk pupuk tanaman.

Dalam komposter tersebut akan bermunculan belatung yang mungkin bisa menimbulkan rasa jijik. Belatung muncul dari sampah- sampah organik yang mengalami pembusukan. Kehadiran belatung itu justru dinantikan karena tugasnya melahap sampah dapur. Supaya belatung tidak berkeliaran maka tutup tong harus dijaga dalam keadaan rapat.

Saat ini, komposter sudah diproduksi dan tersedia di pasaran. Alat ini dirancang demikian rupa sehingga bisa dipasang dengan mudah di halaman rumah. Kapasitasnya 100 liter atau sekitar 200 kg sampah. Selama dalam proses, sampah itu juga tidak mengeluarkan bau karena alat itu dilengkapi pipa-pipa vertikal yang dipadati dengan kerikil di sekitarnya untuk mencegah keluarnya gas yang terjadi selama proses pengomposan.

Penempatan komposter ini harus hati-hati, tidak boleh terlalu dekat dengan sumur yang dangkal karena bisa tercemar. Alat ini juga tidak bisa diterapkan pada daerah yang permukaan air tanah- nya tinggi dan pada rumah-rumah yang tidak memiliki halaman sebab setiap komposter membutuhkan lahan sekitar 1 m2. Namun, kelemahan ini bisa diatasi, misalnya dibuat secara bersama atau komunal.

Leave a Reply